graha 59 - andalusiya wood
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
graha
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Wasiat Gus Dur: Prabowo Paling Ikhlas kepada Rakyat




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Video dokumentasi dukungan KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur kepada Prabowo Subianto beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah di laman Youtube, Ahad (1/6) itu, almarhum Gus Dur tengah diwawancara oleh salah satu televisi swasta.

Ketika ditanya siapa yang kira-kira dipilih raKyat dan diterima oleh rakyat Indonesia, spontan Gus Dur menjawab sosok tersebut adalah Prabowo Subianto. "Kalau orang yang paling ikhlas kepada rakyat ya Prabowo," kata Gus Dur. 

Ketika ditanya alasannya, Gus Dur kembali menegaskan soal keikhlasan Prabowo. "Banyak lah, dia ikhlas betul pada rakyat," ujar presiden RI ke-4 itu.

Video yang diunggah pemilik akun Youtube bernama mahasiswa tua itu diambil dari program acara 'Satu Jam Lebih Dekat Dengan Dus Gur', kemungkinan dibuat menjelang Pemilihan Presiden  2009.

Saat itu Prabowo maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Kini, Prabowo mencalonkan diri sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Nonton video wasiat Gus Dur KLIK DISINI

Sumber: Republika

PDIP Dikecam Soal Gagasan Memata-matai Khutbah Jumat



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gagasan kubu pasangan capres Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres Jusuf Kalla soal pengawasan terhadap khatib dan khutbah Jumat di masjid-masjid menuai kecaman dari Pemuda Muhammadiyah. Aksi semacam itu dinilai sangat memprovokasi umat Muslim.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pengawasan terhadap khatib dan khutbah Jumat justru lebih berbahaya dari sekadar kampanye hitam. Pasalnya, tindakan tersebut mengesankan seakan-akan para khatib di masjid-masjid sebagai alat bagi kepentingan politik tertentu.

"Tidak tanggung-tanggung, yang mereka tuduh begitu adalah para alim ulama yang selama ini bekerja keras membina umat," kata Saleh, Jumat (30/5).

Menurutnya, ide dari kubu Jokowi-JK tersebut ingin memberikan kesan seolah-olah pasangan capres dan cawapres itu sedang dizalimi oleh khatib-khatib yang menyampaikan khutbah di masjid. Padahal, kata Saleh, sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya black campaign yang dilakukan di atas mimbar-mimbar Jumat.

Para penggagas ide tersebut, kata Saleh lagi, dipastikan tidak memahami fungsi masjid secara baik. Mereka juga dinilai tidak memahami esensi dakwah Islam. Apalagi, bagi umat Muslim masjid memiliki banyak fungsi. Selain untuk ibadah, masjid juga sering digunakan untuk pemberdayaan umat baik dalam bidang ekonomi, budaya, sosial, dan juga politik.

"Masjid tidak pernah difungsikan untuk menyebarkan fitnah. Para ustadz pasti tahu kalau menyebar fitnah adalah perbuatan keji. Demi kepentingan politik sesaat, para penggagas ide tersebut dengan mudah melemparkan tuduhan yang tidak bertanggung jawab." ujar Saleh lagi.

Sebelumnya Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, William Yani, menginstruksikan kepada kader dan pendukung Jokowi-JK yang muslim agar memantau khutbah Jumat di masjid-masjid. Instruksi tersebut terungkap lewat info yang diposting pada akun twitter berita PDIP @news_pdip, Kamis (29/5) kemarin.

William beralasan, pengawasan tersebut perlu dilakukan karena khutbah Jumat pernah digunakan oknum untuk mendukung salah satu kandidat dan menjelekkan kandidat lainnya pada Pilgub DKI dua tahun lalu

Sumber: Republika

Inikah Sinyal Kuat SBY Ingin Rekonsilisasi dengan Megawati?


Megawati - SBY

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyindir salah satu calon presiden yang kerap menyuarakan ingin menasionalisasi alias mengambil alih semua aset asing yang ada di Indonesia. Niat tersebut menurut SBY akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia.

"Besok kita dituntut di pengadilan arbitrase, lusa kita bisa kalah, kalahnya itu akan memporakporandakan perekonomian kita, dampaknya dahsyat. Kalau ada seorang capres yang bersikukuh akan menasionalisasi aset asing, saya tidak akan memilihnya, tidak akan mendukungnya, karena saya tahu risikonya, itu membawa malapetaka bagi Indonesia," kata Yudhoyono seperti dikutip dari Suara Demokrat yang diunggah di Youtube, Rabu (7/5/2014).

"Yang jelas saya tidak akan memilih calon presiden kalau tidak yakin bahwa yang dijanjikan bisa dilaksanakan, tidak muluk-muluk, yang dilaksanakan membawa manfaat nyata bagi kita semua," imbuh SBY.

SBY tak menyebut nama calon presiden yang dia maksud. Namun dalam catatan detikcom selama masa pemilihan anggota legislatif tahun ini, ada dua pihak berseteru soal aset asing di Indonesia.

Pada 26 Maret lalu misalnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membuat sebuah puisi sindiran soal penjualan aset negara. Sajak satire ini diduga diarahkan untuk menyindir Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Berikut puisi lengkap Fadli Zon berjudul 'Air Mata Buaya' yang dibuat sepekan setelah PDI Perjuangan resmi mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden.

Air Mata Buaya

Kau bicara kejujuran sambil berdusta
Kau bicara kesederhanaan sambil shopping di Singapura
Kau bicara nasionalisme sambil jual aset negara
Kau bicara kedamaian sambil memupuk dendam
Kau bicara antikorupsi sambil menjarah setiap celah
Kau bicara persatuan sambil memecah belah
Kau bicara demokrasi ternyata untuk kepentingan pribadi
Kau bicara kemiskinan di tengah harta bergelimpangan
Kau bicara nasib rakyat sambil pura-pura menderita
Kau bicara pengkhianatan sambil berbuat yang sama
Kau bicara seolah dari hati sambil menitikkan air mata
Air mata buaya

Apakah pidato Yudhoyono di Suara Demokrat tersebut untuk membela Megawati?


Sumber: Detikcom

Sindir Tajam Prabowo, SBY Lirik Jokowi atau Buat Poros Baru?



Presiden SBY melempar sindiran tajam ke Prabowo Subianto soal janji kampanye yang membahayakan Indonesia. Sindiran tajam ke capres Gerindra itu bak pedang bermata dua, ada pesan lain yang disampaikan SBY.

Hanura Copot Hary Tanoe Pekan Depan


Partai Hanura akan mengevaluasi kinerja Hary Tanoesoedibjo dalam ajang rapat pimpinan nasional yang digelar 6 Mei mendatang.

Mengingat, kinerja bakal cawapres yang juga ketua Badan Pemenangan Pemilu itu tidak menunjukkan kontribusi bagi Hanura dalam pemilihan legislatif 9 April lalu.

"Evaluasi sangat penting dilakukan, apa penyebab (perolehan suara Hanura merosot)," kata Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi usai menghadiri diskusi di hotel Gren Melia Cikini, Jakarta, Minggu (4/5).

Dia menjelaskan, rapimnas yang digelar nanti mengagendakan pembahasan faktor kekalahan Hanura di dalam pileg. Serta, menentukan arah koalisi jelang pemilihan presiden 9 Juli.

Menurut Yuddy, posisi Hanura yang hanya menempati urutan 10 dari 12 parpol peserta Pemilu 2014 salah satunya menjadi tanggung jawab Bappilu. Dalam hal ini dipegang oleh Hary Tanoe.

Dia tidak memungkiri jika evaluasi berujung pada pencopotan pengusaha media massa itu dari jabatan di partai.

"Tata kelola pemenangan yang tidak profesional. Tentu memunculkan kehendak kuat (mencopot Hary Tanoe)," tegasnya.


Mayoritas Kader Hanura Minta Hary Tanoe Mundur

Mayoritas kader-kader Partai Hanura di pusat dan daerah kecewa kapada Hary Tanoesudobjo yang gagal menjalankan strategi pemenangan.

Demikian disampaikan Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi. Sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), ungkap Yuddy, Hary membawa orang-orang yang minim pengalaman masuk ke Hanura dan ditempatkan di Bapilu. Di saat yang sama, Hary juga ingkar janji memberikan uang saksi kepada ratusan ribu kader yang sudah disiapkan Partai.

"Akibatnya Hanura kehilangan potensi pemilih lebih dari lima juta orang," ungkap Yuddy kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 30/4).

Karena itu lanjut Yuddi, mayoritas kader menganggap Hary Tanoe sebagai penyebab kegagalan Hanura menjadi partai papan atas yang diramalkan sebelumnya. Banyak juga kader-kader yang menginginkan Hary Tanoe mundur dari Hanura sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

Yuddy menambahkan, kontribusi Harry Tanoe yang dirasakan langsung oleh Hanura adalah iklan televisi di group MNC-nya serta billboard yang dipasangan di beberapa titik.

"Namun iklan tidak cukup mampu mengangkat Hanura, dan Hanura harus puas menempati ranking ke 10," demikian Yuddy.

Publik Masih Dipertonton Capres Popularitas



Jelang Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang terdapat dua bakal capres yang siap bertarung. Yakni Joko Widodo (Jokowi) yang diusung PDI Perjuangan, dan Prabowo Subianto usungan Partai Gerindra.

Direktur Freedom Institute Luthfi Assyaukani mengatakan, keterpilihan dua capres yang sama-sama belum menentukan pendampingnya itu masih berdasar pada tingkat popularitas, dan belum teruji bisa memimpin Indonesia.

"Kita punya harapan tinggi tapi disuguhkan dengan politik yang pahit. Stok capres, nama-nama yang beredar dan elektabilitasnya tinggi tidak pernah berubah," katanya dalam diskusi bertajuk 'Pilpres dan Tantangan Lokal-Global Indonesia 2014-2019' di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Rabu (7/5).

Menurut Luthfi, pada 9 Juli mendatang publik suka tidak suka harus menerima pilihan capres yang sudah tersedia itu, meski masih banyak figur lain yang lebih berkompeten.

Dia menambahkan, kondisi politik memaksa masyarakat harus memilih calon pemimpinnya yang terbilang sedikit.

"Orangnya itu-itu lagi. Jokowi tertinggi meramaikan survei sejak tahun lalu. Tapi, walaupun harapan kita tinggi stok yang kita punya itu saja," ujar Luthfi

Pemilu 2014


Hasil Quick Count Pemilu 2014 (Cyrus Network-CSIS)

Hasil Quick Count Pemilu 2014 (Cyrus Network-CSIS)

Cyrus Network bekerja sama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan quick count Pemilu 2014.
 
graha 50 - asakarya group
59 core business
PROPERTI | MAGAZINE | TV | RADIO | SITEMAP
© 2014~ Graha 59 Network :: Global Business and Entertainment
Office: Jalan Ampera Raya No. 59, Jakarta 12560 - Indonesia
Telp/Fax: +6221-8765.4321 / 8765.4322 | Email: contact@graha59.com