graha 59 - andalusiya wood
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
graha
Tampilkan postingan dengan label Freeport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Freeport. Tampilkan semua postingan

5 Syarat yang Harus Dipenuhi Freeport Biar Bisnis di RI Langgeng



PT Freport Indonesia sempat bermasalah dengan pemerintah karena menolak membangun smelter di Indonesia.Namun kini, peerusahaan tambang emas tersebut tunduk pada aturan Undang-undang Mineral dan Batubara (Minerba). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menuntut lima hal kepada Freeport apabila masih ingin mengeruk sumber daya alam (SDA) di bumi pertiwi. 

"Kepada Freeport saya minta lima saja. Pertama, bangun smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian mineral). Kedua, lepaskan sebagian lahan yang dikuasai. Ketiga, melepas saham perdana ke publik di Indonesia," tutur dia di Jakarta, Selasa (31/7/2013). 

Keempat, lanjut dia, meningkatkan royalti serta peran serta putra daerah dalam kegiatan operasional pertambangan di perseroan. Dan kelima, divestasi sebanyak 51% saham. 

"Ini menjadi pegangan Indonesia untuk mengelola masa depan SDA tanah air. Esensi utama bukan pada royalti, tapi nilai tambah dari industri hilirisasi. Sama halnya dengan PT Inalum," ungkapnya.

Hatta mengaku, negara ini tidak akan mengalami kebangkrutan bila perusahaan pertambangan mulai stop mengekspor bahan mentah. "Bangsa ini tak akan pernah maju bila dapat devisa dari jualan bahan mentah," tegasnya. 

Ke depan dengan menyandang predikat negara maju, kata Hatta, Indonesia harus mulai dari sekarang membangun industrialisasi dari mineral yang terkandung di dalam negeri. 

"Pemerintah tetap tak mengubah pikiran supaya perusahaan tambang mulai membangun smelter pada tahun depan. Lebih cepat lebih bagus," pungkas dia. 

Sebelumnya, Hatta bilang, bakal menutup perusahaan tambang yang tak ingin membangun smelter di negara ini. "Tidak mau bangun smelter, tutup usahanya," tandasnya.

Hatta mengungkapkan, pembangunan smelter dimaksudkan untuk memberi nilai tambah terhadap produk mineral tanah air, sehingga harga jual bisa jauh lebih tinggi dibanding ekspor bahan mentah. (Fik/Ndw)

Sumber: Liputan6.com

140 Ribu Ton Bijih Tambang Sudah Kembali Dikeruk Freeport



PT Freeport Indonesia merevisi target produksi tahunan perusahaan pasca terjadinya insiden runtuhnya terowongan Big Gossan pertengahan Mei lalu. Revisi dilakukan seiring terhambatnya proses produksi tambang tembaga dan emas perusahaan.

"(Revisi) itu sedang kami hitung kembali, saya juga belum tahu," ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2013).

Rozik menjelaskan, perusahaan saat ini sudah mengoperasikan kembali tambang tembaga dan emas di atas tanah yang berlokasi di Grassberg, Papua. Dari kegiatan ekploitasi ini, perusahaan mengaku telah menghasilkan sekitar 140 ton bijih tambang setiap harinya.

Sementara untuk pengoperasian kembali tambang bawah tanah, manajemen Freeport mengaku masih harus menunggu laporan dari tim indipenden yang tengah melakukan evaluasi.

"Surface mining, alhamdulillah sudah normal, mudah-mudahan tinggal kita menjaga lebih sustainable-lah," katanya.

Freeport optimistis jika pemerintah akan langsung memberikan kabar kepada perusahaan jika hasil evaluasi keamanan tambang bawah tanah dianggap sudah layak beroperasi. (Den/Shd)

Sumber: Liputan6/com
 
graha 50 - asakarya group
59 core business
PROPERTI | MAGAZINE | TV | RADIO | SITEMAP
© 2014~ Graha 59 Network :: Global Business and Entertainment
Office: Jalan Ampera Raya No. 59, Jakarta 12560 - Indonesia
Telp/Fax: +6221-8765.4321 / 8765.4322 | Email: contact@graha59.com